Skrining HIV pada Ibu Hamil

Skrining HIV pada Ibu Hamil

Skrining HIV pada Ibu hamil: Kenapa penting?

Kehamilan adalah momen yang sangat penting dalam kehidupan seorang ibu dan bayi. Salah satu langkah penting untuk memastikan bayi lahir sehat adalah dengan melakukan skrining HIV sejak awal kehamilan.

Skrining HIV merupakan pemeriksaan sederhana melalui tes darah untuk mengetahui apakah ibu hamil terinfeksi HIV. Pemeriksaan ini aman, cepat, dan sangat penting untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

 

Tanpa pengobatan, HIV dapat menular dari ibu ke bayi selama:

  • Masa kehamilan

  • Proses persalinan

  • Masa menyusui

Namun kabar baiknya, dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, risiko penularan dapat ditekan hingga sangat rendah.

Skrining tidak hanya mencakup HIV, tetapi juga infeksi lain seperti Hepatitis B dan Sifilis, yang sama-sama dapat berdampak serius pada bayi.

 

Apabila hasil pemeriksaan positif, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan!

 

HIV

Hep B

Sifilis

Apabila bayi sampai tertular…

Bayi harus minum obat seumur hidup

Penularan infeksi Hepatitis B kepada bayi

Keguguran, prematuritas, bayi berat badan lahir rendah, lahir mati dan penularan infeksi sifilis pada bayi (sifilis kongenital).

Tindakan yang harus dilakukan

Sebelum persalinan: Ibu harus minum ARV dan melakukan konseling metode persalinan segera


Pada masa nifas: Ibu harus konseling metode laktasi dan bayi harus diberikan pengobatan pencegahan (profilaksis)

Ibu harus diberikan pengobatan segera


Bayi harus dilakukan vaksinasi Hepatitis B

Ibu harus mendapatkan pengobatan segera.

 

Kapan Idealnya Skrining Dilakukan?

 

  • Idealnya pada kunjungan antenatal (ANC) pertama

  • Dapat diulang pada trimester ketiga sesuai faktor risiko

  • Dilakukan di fasilitas kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit)

 

Ingat!

Deteksi dini = Pengobatan lebih cepat = Bayi lahir sehat.

 

 

✨ Melakukan skrining adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi masa depan anak Anda