Pemeriksaan Rutin Pasien HIV yang Menjalani Pengobatan ARV

Pemeriksaan Rutin Pasien HIV yang Menjalani Pengobatan ARV

Pasien dengan HIV yang rutin menjalani terapi antiretroviral (ARV) tetap memerlukan pemeriksaan darah berkala, meskipun kondisi tubuh terasa sehat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau keberhasilan pengobatan, mendeteksi efek samping obat sejak dini, serta memastikan organ tubuh seperti hati dan ginjal tetap berfungsi dengan baik.

Dengan pengobatan yang teratur dan evaluasi rutin, orang dengan HIV (ODHIV) dapat memiliki kualitas hidup yang baik dan angka harapan hidup yang panjang.

 

Mengapa Pemeriksaan Rutin Penting?

ARV bekerja dengan menekan jumlah virus HIV dalam tubuh sehingga sistem kekebalan dapat tetap terjaga. Namun, penggunaan obat jangka panjang tetap perlu dipantau karena:

  • Beberapa jenis ARV dapat mempengaruhi fungsi hati atau ginjal
  • Kepatuhan minum obat dapat mempengaruhi keberhasilan terapi
  • Kondisi kesehatan lain seperti diabetes, hipertensi, hepatitis, atau pola hidup tertentu juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan

Karena itu, evaluasi laboratorium rutin minimal 1 tahun sekali sangat dianjurkan, atau lebih sering sesuai kondisi pasien dan anjuran dokter.

 

Berikut adalah pemeriksaan yang rutin diperiksa:

 


1. Viral Load (VL) HIV - Pemeriksaan Jumlah Virus HIV 

 

Viral Load (VL) adalah pemeriksaan untuk mengetahui jumlah virus HIV dalam darah. Pemeriksaan ini merupakan indikator utama keberhasilan terapi ARV.

Tujuan terapi ARV adalah menekan jumlah virus hingga mencapai:

  • < 40 copies/mL
  • atau disebut “tidak terdeteksi (undetectable)”

Semakin rendah viral load, maka risiko menurunnya sistem imun dan penularan HIV juga semakin rendah.

Kenaikan viral load dapat dipengaruhi jika:

  • Tidak rutin minum ARV
  • Terlambat minum obat ARV
  • Resistensi obat ARV
  • Interaksi dengan obat atau suplemen lain

Oleh karena itu, kepatuhan minum obat (adherence) sangat penting untuk menjaga viral load tetap tidak terdeteksi.


2. Kreatinin & eGFR - Pemeriksaan FUNGSI GINJAL

 

Beberapa jenis ARV dapat memengaruhi fungsi ginjal, sehingga pemeriksaan ginjal perlu dilakukan secara rutin.

Parameter yang biasa diperiksa:

  • Kreatinin
  • Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR)

Kreatinin digunakan untuk menilai kemampuan ginjal menyaring zat sisa dalam tubuh. Secara umum, nilai kreatinin normal berkisar:

  • < 1.4 mg/dL (nilai normal dapat sedikit berbeda pada tiap laboratorium)

Selain obat ARV, fungsi ginjal juga dapat dipengaruhi oleh:

  • Kurang minum air putih
  • Konsumsi protein berlebihan
  • Suplemen kreatin
  • Minuman herbal tertentu
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Penggunaan obat nyeri tertentu dalam jangka panjang

Apabila fungsi ginjal menurun, dokter mungkin perlu menyesuaikan jenis atau dosis ARV.


3. SGPT/ALT - Pemeriksaan FUNGSI HATI

 

Hati berperan penting dalam metabolisme obat ARV. Karena itu, fungsi hati perlu dipantau secara berkala.

Salah satu parameter yang sering digunakan adalah:

  • SGPT/ALT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase)

Secara umum, nilai normal SGPT:

  • < 45 U/L (dapat berbeda tergantung laboratorium)

Peningkatan SGPT tidak selalu disebabkan oleh ARV. Kondisi lain yang dapat menyebabkan SGPT meningkat antara lain:

  • Fatty liver (perlemakan hati)
  • Konsumsi alkohol
  • Hepatitis B atau C
  • Obesitas
  • Penggunaan obat atau suplemen tertentu

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan hati lebih awal sebelum muncul gejala.


Selain pemeriksaan utama di atas, beberapa pasien mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi masing-masing seperti;

4. Darah Rutin

Pemeriksaan darah rutin bertujuan untuk memantau Hemoglobin terutama pada pasien yang menggunakan regimen Zidovudine, karena dapat menyebabkan anemia pada sebagian pasien. 

 

5. CD4 - Pemeriksaan Sistem Imun

CD4 adalah sel kekebalan tubuh yang diserang oleh HIV. Pemeriksaan CD4 digunakan untuk menilai kondisi sistem imun dan menentukan risiko infeksi oportunistik

Pada pasien dengan viral load stabil dan imunitas baik, pemeriksaan CD4 biasanya tidak perlu dilakukan terlalu sering. Namun pemeriksaan ini tetap penting terutama pada pasien dengan:

  • CD4 rendah
  • Baru memulai ARV
  • Riwayat infeksi oportunistik

Dengan kepatuhan minum ARV dan kontrol rutin, ODHIV dapat hidup sehat, aktif, dan produktif!