Mpox pada ODHIV: Kenali Risiko dan Pencegahannya!

Mpox pada ODHIV: Kenali Risiko dan Pencegahannya!

Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox atau cacar monyet, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini dapat menular melalui kontak erat dengan orang yang terinfeksi, termasuk kontak langsung dengan ruam, luka, cairan tubuh, serta benda yang terkontaminasi.

 


Mengapa Mpox Perlu Diwaspadai oleh ODHIV?

Pada orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), tingkat risiko mpox dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi sistem kekebalan tubuh. ODHIV yang memiliki sistem imun sangat lemah, terutama dengan jumlah CD4 yang rendah dan HIV yang belum terkendali, berisiko mengalami penyakit yang lebih berat dan komplikasi serius.

Gejala mpox yang perlu diketahui meliputi:

  • Ruam atau lesi pada kulit, termasuk area genital dan anus.

  • Demam dan sakit kepala.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Nyeri otot dan tubuh.

  • Nyeri pada area yang mengalami luka atau ruam.

Gejala dapat berbeda pada setiap orang. Jika mengalami gejala yang mencurigakan atau melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi mpox, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 


Mengapa Vaksinasi Mpox Penting?

Vaksinasi merupakan salah satu langkah untuk membantu mencegah mpox, terutama bagi orang yang memiliki risiko paparan lebih tinggi. Vaksin dapat mengurangi risiko terinfeksi dan membantu menurunkan risiko penyakit berat, meskipun perlindungannya tidak mutlak.

Pada ODHIV, vaksinasi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat kekebalan tubuh, riwayat vaksinasi, dan risiko paparan. Vaksin mpox yang digunakan, seperti vaksin MVA-BN, merupakan vaksin non-replikasi yang dapat dipertimbangkan bagi ODHIV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

 

 


Bagaimana Mencegah Mpox?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan mpox:

  1. Pertimbangkan vaksinasi jika memenuhi kriteria atau memiliki risiko paparan.

  2. Hindari kontak langsung dengan ruam, luka, atau benda yang mungkin terkontaminasi dari orang yang terinfeksi.

  3. Jaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir atau pembersih tangan berbasis alkohol.

  4. Hindari berbagi barang pribadi, seperti handuk, pakaian, dan seprai, dengan orang yang sedang mengalami mpox.

  5. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala yang mencurigakan.

  6. Tetap patuh menjalani terapi ARV untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.

 


Kesimpulan

Mpox perlu diwaspadai oleh ODHIV, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Kenali gejalanya, pertimbangkan vaksinasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, rutin minum ARV, dan lakukan kontrol kesehatan berkala untuk membantu melindungi diri dari penyakit berat dan komplikasi.